Simak! Inilah Pengertian Website Statis dan Dinamis

Pengertian Website Statis dan Dinamis – Pada dasarnya, website yang sering kita kunjungi di internet terdiri menjadi dua jenis, yakni web statis dan web dinamis. Untuk membuka kedua jenis web ini, kita sama-sama memerlukan akses internet.

Lalu, apa yang membedakan di antara kedua jenis web ini? Dan apa contoh dari kedua jenis website tersebut?

Nah, pada artikel Androbuntu kali ini kita akan mengulas tuntas tentang web statis dan web dinamis.

Dimulai dari pengertian, perbedaan, sampai contoh web statis dan situs dinamis.

Pengertian Web Statis

Web statis ialah website yang informasi didalamnya tidak dapat di perbarui lewat aplikasi website tersebut secara langsung.

Untuk mengupdate atau mengganti informasi yang tercantum di halaman web statis, kita wajib melakukannya dengan mengganti struktur kode web tersebut.

Web statis tidak memerlukan database. Sehingga ini menjadi kelebihan tertentu untuk web statis. Karena tidak membutuhkan database maka web statis bisa diakses lebih cepat dibanding web dinamis.

Disamping itu web statis lebih aman dari peretasan, terkecuali bila yang diretas ialah komputernya.

Karena tidak memakai database, biaya yang dibutuhkan untuk membuat dan memelihara web statis umumnya lebih murah bila dibanding dengan web dinamis.

Selainnya mempunyai kelebihan, web statis mempunyai kekurangan.

Kekurangan web statis ialah situs tipe ini benar-benar kurang hubungan dengan pengunjungnya.

Pengunjung tidak bisa melakukan interaksi saat mengunjungi web statis, seperti memberi komentar atau sejenisnya. Hal ini karena web statis umumnya hanya dibuat memakai HTML, CSS dan JavaScript yang membatasi pengembang untuk menambah fitur yang terkait dengan interaksi pengguna.

Karena keteratasannya tersebut, web statis biasanya dipakai untuk beberapa web dengan kebutuhan spesifik.

Misalnya sebagai web untuk profile perusahaan, portofolio atau situs apa pun yang informasi yang terpampang didalamnya jarang-jarang diganti.

Web statis kurang cocok dipakai sebagai web online shop, sosial media, dan sejenisnya karena beberapa pengunjung tidak bisa melakukan banyak interaksi.

Pengertian Web Dinamis

Web dinamis bisa dikatakan sebagai kebalikan dari web statis.

Bila web statis tidak bisa di perbarui informasinya melalalui halaman admin di web tersebut secara langsung, karena itu web dinamis biasanya dapat melakukan hal tersebut.

Anda bisa mengupdate informasi yang terpampang website lewat halaman admin website tersebut secara langsung.

Sehingga ini menjadi kelebihan tertentu untuk web dinamis. Lebih mudah dipakai baik oleh professional atau orang pemula.

Kelebihan web dinamis selanjutnya ialah jenis konten yang bisa ditampilkan lebih beragam dan memungkinkan interaksi pengunjung.

Pengunjung web dinamis bisa melakukan interaksi seperti mengisi formulir, memberikan komentar, membuat akun, menerbitkan artikel baru dan ada banyak lagi.

Dengan beberapa kelebihan tersebut, web dinamis sangatlah cocok dipakai untuk membuat web seperti online shop, media sosial, situs blog, portal informasi, dan ada banyak lagi.

Dan kekurangan web aktif ialah memerlukan database. Sehingga biaya yang dibebankan untuk membuat suatu web menjadi lebih mahal.

Disamping itu situs dinamis juga kompleks dari segi bahasa pemrograman yang digunakan.

Sehingga memerlukan pengetahuan yang lebih dalam untuk membuatnya.

Perbedaan Web Statis dan Web Dinamis

Sebenarnya dari kedua pengertian web statis dan web dinamis di atas, Anda dapat mengetahui perbedaan di antara keduanya.

Berikut kami kumpulkan perbedaan antara web statis dan web dinamis.

  • Web statis tidak memerlukan database, web dinamis memerlukan database;
  • Pengunjung web statis terbatas dalam berinteraksi dengan web, pengunjung web dinamis lebih bebas untuk berinteraksi dengan web;
  • Web statis hanya memakai HTML dan CSS, web dinamis lebih kompleks dalam bahasa pemrograman sepeprti Javascript, PHP, Ruby, dan lain-lain;
  • Web statis bisa dimuat lebih cepat oleh browser, web dinamis sedikit lebih lama;
  • Web statis lebih sukar saat menambahkan informasi, web dinamis lebih mudah dalam menambah informasi;
  • Web statis cocok untuk halaman website yang jarang di update, web dinamis lebih cocok untuk halaman web yang sering di up-date.

Contoh Web Statis

Web statis sebetulnya banyak digunakan diluar sana. Mulai dari web company profile, atau yang lain.

Berikut ialah contoh-contoh web statis:

  • https://jekyllrb.com/
  • http://www.jekyllnow.com/
  • https://gohugo.io/
  • https://wikicau.com

Contoh Web Dinamis

Web dinamis pun contohnya juga banyak. Berikut diantaranya:

  • Jalantikus.com
  • Kaskus.co.id
  • Kompas.com
  • Dan sebagainya

Penutup

Nah, itulah tadi ulasan lengkap terkait web statis dan web dinamis, dan misalnya. Semoga berguna untuk kamu semua yang belajar terkait website.

Order Sekarang !